Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Anal Seks Ambisi Wijaya Brutal 2
Aopok.com - Setelah Ayu meninggalkan ruangan itu, Subodai pun berjalan kembali ke kamarnya. Pada saat ia kembali kekamar, ia hanya duduk dikursinya dan terus membayangi kecantikan wajah dan kemolekan tubuh Ayu. Tanpa disadari seorang tentara mengetuk pintu kamar sang Jendral dan berkata bahwa makan malam telah tiba.
Jendral Subodai baru sadar bahwa ia benggong di kamar sendirian selama dua jam. Maka ia-pun bangkit dari kursinya dan mengikuti makan malam bersama para tentaranya. Pada saat ia makan malam, Subodai terlihat agak kurang nafsu makan dan hanya duduk terbenggong. Meng Chi melihat wajah Subodai dari samping dan tersenyum.
“Jendral, makanan yang terlampau dingin, tidak enak untuk dicicipi” kata Meng Chi.
Subodai terkejut dan baru sadar kalau ribuan tentara sedang memandangnya. Salah satu perwira Subodai yang setia bernama Baatur berkata kepada Jendral Subodai,
“Jendral, ada apa gerangan? Mengapa Jendral terlihat aneh malam ini? Apakah ada masalah besar?”
Subodai bertambah malu dan tidak bisa mengutarakannya, lalu ia tiba-tiba berkata,
“Benar katamu, Aku sedang binggung dalam suatu masalah. Oleh sebab itu, Setelah makan malam, aku akan mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah ini.”
Para tentara itu pun akhirnya melanjutkan makan malam mereka. Meng Chi tersenyum dan berpikir,
“Kau memang bisa menutup rahasia ini dari prang-orang bodoh. Tapi aku bukanlah orang bodoh yang kau kira. Ikan yang busuk, sebagaimana ditutupi, baunya pasti akan tercium juga”.
Setelah makan malam, semua tentara menghadiri pertemuan. Subodai pun berkata,
“Kita ditugaskan oleh Ka-Khan (atau Kaisar Kubilai) untuk menghancurkan kerajaan Kertanegara, namun kerajaan lemah itu telah hancur sebelum kita tiba. Sekarang ada seorang panglima yang bernama Wijaya menawarkan kita untuk bekerja sama dalam menaklukan kerajaan raksasa Kediri dan puluhan kerajaan kecil lainnya. Apabila kita menang, kita akan dihadiahkan setengah dari tanah Jawa. Sekarang aku sedang binggung apakah kita lebih baik kembali ke Monggolia dan melapor semua hal ini kepada Ka-Khan atau kita membantu panglima Wijaya untuk menguasai tanah Nusantara.”
Lalu serentak para tentara itu berteriak,
“Kuasai Nusantara! Kami sudah bosan makan dan tidur. Sudah puluhan tahun kami tidak berperang, Ha ha..”
Mendengar hal itu Jendral Subodai berkata,
“Tapi bukankah itu berarti kita mengabaikan perintah Ka-Khan dan bertindak sendiri?”
Mendengar hal para tentara langsung terdiam. Meng Chi langsung berkata,
“Kalau kita menghancurkan negeri lain, bukankah Ka-Khan akan lebih senang. Tanah Nusantara dapat menjadi hadiah yang sangat istimewa untuk Ka-Khan”.
Para serdadu langsung berteriak setuju kepada ide panglima Meng Chi. Jendral Subodai tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menyetujui hal itu. Namun dalam hatinya ia-pun senang karena ia dapat bertemu dengan Ayu.
Terkait
Setelah pertemuan selesai, semua tentara dibubarkan dan kembali ke pos masing-masing. Pada malam itu diperkemahan panglima Wijaya juga diadakan rapat militer. Terlihat seorang perwira gagah berbaju panjang terbuat dari sutra dan bergambarkan naga terbang yang mencari bola api. Perwira itu bermata tajam dan berwajah tampan. Namanya adalah Chen Mien. Ia adalah tangan kanan panglima Wijaya. Disamping panglima Wijaya ada seorang perwira brewok yang besar dan gagah perkasa. Tinggi perwira itu mencapai lebih dari dua meter. Tubuh perwira itu penuh dengan otot dan bulu didadanya. Nama perwira itu adalah Suwongso. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...